ALLOH SIAPKAN AKU BILA ENGKAU INGIN BERTEMU

December 21, 2008 by baceco

01.00 Wib di Sebuah Rumah Sakit

Ini terjadi ketika aku sedang menjaga nenekku yang di rawat di rumah sakit. Saat itu terdengar suara gaduh yang membangunkanku dari tidurku, aku meraba-raba apakah aku telah bermimpi, setelah bangun dan menyadari bahwa ini adalah jam 01.00 dini hari aku segera menyadari suara gaduh dari kamar sebelah. Aku mengalahkan rasa kantukku untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Setengah sadar setengah tidak aku melihat kerumunan orang sedang berkumpul, penasaran aku mendekati kerumunan orang tersebut, dan ternyata mereka sedang mentalkinkan orang yang sedang sekarat, aku terpana melihat orang sekarat itu, begitu susah payah dia untuk bernafas, duduk pun dia lemah, terlentang dia tak bisa, akhirya dia hanya di peluk oleh keluarganya dan dibisikkan kalimat syahadat. Mungkin keluarganya sudah menyadari bahwa Ijrail telah datang.

Aku masih saja terdiam di tempat, melihat apa yang akan terjadi. Sesaat kemudian aku melihat tanda bahwa Ijrail sedang mencabut nyawa, sakit kelihatannya karena dia sempat memukulkan kedua tangannya ke atas, dan akhirnya hanya tangis dan jeritan yang kemudian terdengar di tengah kesunyian malam.

Aku terpana melihat apa yang sedang aku saksikan ini, aku jadi semakin takut akan usiaku yang aku tak tau kapan aku akan dijemput oleh Ijrail. Aku merasa aku belum siap untuk menghadapinya, masih telalu jauh aku dari seorang Muslim yang taqwa. Ah, Allah… aku ingin jika engkau menjemputku nanti, terukir senyum dalam perjalananku nanti. Amin.

Kawan, kita boleh merasa banyak waktu untuk menghabiskan seluruh sisa hidup kita, kita boleh merasa bahwa kematian masih jauuh di depan mata kita, ya bisa saja kita merasa seperti itu, tapi…. bagaimana kalau takdir kita berkata lain, misalnya kita mati di usia yang muda, kita tak sempat mengumpulkan bekal untuk akhirat nanti, apa yang akan terjadi nanti di akhirat? Lalu apa jadinya ketika masih banyak orang yang kita sakiti tak sempat kita memintya maaf kepada mereka. Apakah kita masih merasa bahwa kematian masih jauh dari kita? Kawan, cobalah pikir, ketika kita sedang dalam masa bahagia dalam hidup, tiba-tiba kamu menderita penyakit ganas yang terus menggerogoti, sampai dokter memvonis bahwa umur kita hanya satu bulan lagi? Bayangkan kalo kita di posisi seperti itu? Apakah kita masih bisa merasa bahwa hidup kita seribu tahun lagi>?

SeSaat Di Titik Jenuh

December 21, 2008 by baceco

Rasanya aku lelah sekali untuk nulis sesuatu h ari ini, tak tau kenapa, mungkin aku sudah terlalu bosa n untuk memelototilayar komputer ini, atau mungkin juga aku memang lagi pada masa-masa malws, yang orang bilang itu adalah penyakit futur, penyakit yang biasa menghinggapi hampir seluruh manusia di muka bumi ini, ya futur, gejalanya ditimbulkan dari semangat yang tinggi bahkan berlebih-lebihan sehingga ketika mencapai titik jenuh, dia akan terjatuh ke bawah bahkan tak punya semangat pun. Aku takut nih terkena penyakit ini, ya mudah-mudahan enggklah kawan, karena kalau aku patah semangat untuk menulsi di blogku ini, kalian tidak bisa update terbaru dari blogku donk..

Ya, aku rasa aku harus menghadapi ini semua dengan perasaan yang enjoy, maksudnya aku tak terlalu memaksakan diri untuk menulis hari ini, ya meskipun kalau jariku sudah menempel di tus keybord pasti akan mengalir sebuah tulisan yang enggak tau arah juntrungannya. Memang untuk memulai menulis secara sistematis memang susah banget. Nah, salah satu cara aku menyiasati hal itu, aku selalu memulai menulis dengan bahasa yang kacau, wah pokoknya kalau kalian baca tulisanku yang asli, dijamin mengernyitkan dahi beberapa kali.

Tapi kawan, pokoknya baca terus deh serial dari blog ini, pastinya akan banyak cerita yang seru – seru ( menurutku), tapi jangan kecewa kalau kalian hanya menemukan tulisan-tulisan yang enggak nyambung antara satu paragraf dengan paragraf yang lainnya, yah pokoknya di maklum, selain pemula aku juga masih ngap-ngapan untuk nulis buat posting di blogger, ya pokoknya kalau yang baca ini punya blog, kita boleh koq bertukar pikiran tentang apa aja.

TERKADANG KITA PERLU UNTUK MENJADI “ GILA ”

December 21, 2008 by baceco

30 Nopember 2008

Pernah suatu kali aku ngobrol santai dengan seorang Pemred Koran yang terbit di kotaku ( Radar Tasikmalaya), dia berkelakar tentang bagaimana cara membuat kita bertahan di dunia persaingan yang semakin tajam ini. Kita harus jadi “orang gila” dulu, barulah kita akan diakui orang. Nah lho, jadi orang gila?

Gini maksudnya, kita ini harus punya ide gila untuk menaklukkan kerasnya persaingan, orang yang gak punya ide atau yang kering inovasi dengan sendirinya akan ditinggalkan. Yup, dia berkata seperti ini dalam lingkup dia sebagai pemimpin sebuah koran lokal. Karena korannya harus bersaing dengan koran yang lebih mapan pemasarannya, maka yang dibutuhkan adalah inovasi, ya kegilaan tadi.

Well, sekarang kita bicara tentang inovasi. Sebelumnya aku mengajukan sebuah pertanyaan begini : kenapa anak muda pikirannya lebih inovatif daripada orang tua? Kenapa coba. Menurut hemat aku begini,,,, orang tua sudah ditaqdirkan untuk selalu berseteru dengan kaum tua ( kolot ). Kita sering mendengar kaum reformis, kaum modernis dan sebagainya. Nah yang dimaksud kaum reformis ini adalah kaum tua, dan kaum tua lebih sering disebut dengan kaum konservatif. Dalam wacana reformasi sekarang, zaman dimana tak ada pengekangan terhadap kebebasan untuk bersuara telah menjadi zaman yang serba terbuka. Arus informasi mengalir deras dari arah manapun, Tv, Internet dsbg sehingga menimbulkan kaburnya batas-batas negara ( global village) nah dari sinilah akulturasi budaya asing datang menyergap para generasi muda indonesia, sehingga jadinya kepribadian bangsa indonesia yang ketimuran berubah drastis menjadi budaya yang hedonistik, leberalistik, paternalistik dan serba pakai lipstik? ( ^_^)

DILARANG BACA ARTIKEL INI ( BAHAYA )

November 29, 2008 by baceco

Hidup ini hanya sekali , lantas untuk apa kita menyesali hidup yang telah kita lalui, bukankah lebih baik kita menyongsong hari esok yang lebih baik, bukankah kita bisa membuat perbedaan dengan menjadikan diri kita penuh pengaruh yang positif. Ya kalau kita mampu untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain, kenapa kita tidak melakukannya. Apakah kita masih berharap untuk diberi sama mereka ? ah, kamu juga begitu mief, kamu hanya bisa berharap pada mereka tanpa kamu bisa memberikan apapun pada mereka, YA kAdang kala kita berpikir picik, hanya memikirkan diri kita sendiri, biarlah orang lain yang menderita, tak peduli orang lain menderita karena perbuatan kamu. Duh, memang untuk menjadi manusia yang baik itu susah, susah sekali, sekali ingin melakukan kebaikan , selalu saja lupa dan lupa , dan akhirnya hanyA kebiasaan buruklah yang menempel dalam tubuh kita.

Apakah manusia itu ditaqdirkan dengan jalannya masing-masing? Ya, takdir , mungkin yang ku maksud itu. Takdir manusia? Apakah ada ? apakah setiap langkah manusia itu diatur sama Allah? Apakah manusia tidak berhak untuk menentukan taqdirnya sendiri?

Ah, mief silakan sajalah kamu pikir sendiri, aku juga bingung untuk menjawabnya. Baru – baru ini kamu agak aneh mief, kok kamu jadi seperti ini ya? Menanyakan hal – hal yang abstrak? Ya., aku pikir kamu selalu menanyakan hal yang abstrak, sampai – sampai aku jadi bingung untuk menjawabnya ?

Ya, aku sendiri aku tak tau apakah yang membaca tulisanku ini menjadi mengerti atau tidak, yang jelas aku hanya ingin menuliskan apa yang aku mau tulis, terserah orang lain mau kritik apa tentang tulisanku ini. Aku juga tak mau kalau ada yang menilai bahwa tulisan ini ga ada artinya, ya mungkin bagi mereka ini memang tak ada artinya, mungkin juga mereka menilai tulisan ini sangat rancu sekali, tapi bagi aku tulisan ini adalah tumpahan kegundahanku akan semua imaji yang liar ini.

Akh, kawan jangan sampai kau menilai aku nyeleneh karena baca tulisan ini, yap karena aku hanya ingin mencoba mengeluarkan ide dan gagasanku ini tanpa ada yang menghakimi seornagpun termasuk pikiranku sendiri. Aku tak mau menulis dalam kemunafikan, aku tak menulis dalam kebohongan, ya menulis dalam kemunafikan!

Ya, aku rasa aku dah cukup untuk menuliskan semua ini, aku sudah lelah mengeluarkan apa yang ada di otakku ini, ah rasanya otakku mau pecah ! duar.. ~!! Glek !

MENGGUGAT SOEKARNO

November 29, 2008 by baceco

Jasmerah “ jangan sekali kali melupakan sejarah” ungkapan yang begitu terkenal yang berasal dari bapak Proklamasi Soekarno. Tak heran kalu seorang Soekarno mengatakan seperti itu, karena bagaimanpun sejarah memegang peranan penting dalam kehidupan kita, bisa dikatakan orang yang melupakan sejarah akan tersesat dalam hidupnya. Hanya pengertian sejarah tak sesederhana yang kita duga, tak sekedar potongan – potongan sejarah yang ada dalam buku pelajaran. Maksudnya kita hidup ini terdiri dari potongan-potongan sejarah masa lalu. Tak semata-mata kirta ada, sim salabim jadilah kita sekarang, ah rasanya gak begitu.

Orang bijak sering mengatakan bahwa orang yang berhasil itu adalah yang sanggup mengambil hikmah dari kejadian buruk atau baik yang menimpa dirinya di masa lalu. Aliran hipocrates menganggap bahwa sejarah adalah kesatuan dalam hidup itu sendiri, tak bisa di pisahkan.

Plato, Aristoteles, Hipocrates bahkan Socrates sekalipun setuju bahwa manusia itu tak akan pernah lepas dari sejarahnya. So , apakah kita kita harus terjatuh pada lubang yang sama ?

AKU BERKATA PADA DIRIKU ( CINTA ) : TENTANG CINTA

November 29, 2008 by baceco

28 November 2008

Aku ingin berbicara pada diriku sendiri, yang hanya sendiri saja. Melamun, berkahyal, dan mengharap ada yang memberi cinta, ah cinta, kau begitu indah.

Ah cinta, kau juga begitu menyakitkan.

Ah cinta, kau memberi aku semangat

Ah cinta, kau memberi aku kekuatan

Cinta, jika suatu saat aku menemukan kau

Jangan kau pergi, izinkan aku selalu bersama

Karena kau cinta, aku menemukan sesuatu dalam diriku

Karena kau juga cinta, aku masih punya harapan dalam hidupku

Ah, cinta kau selalu begitu

Selalu pergi saat aku membutuhkanmu

Kau memang begitu, selalu ada saat hatiku beku, tanpa cinta

Ah, rasa-rasanya aku takkan pernah sanggup tanpa kehadiranmu cinta

Tapi, aku sekarang hanyalah manusia biasa

Tak bisa aku meraihmu.

Ah, tapi cinta… aku tak bisa berusaha untuk meraihmu lagi

Cukup hatiku dalam beku.

Dengarkan Cinta, kau harus baca sajak ini,

Jangan terlalu jauh mencari keindahan
Keindahan ada di dalam diri
malah seluruh dunia ada di dalam diri
Jadikan dirimu cinta
Supaya dapat memandang dunia
Pusatkan pikiran heningkan cipta
Siang malam, berjagalah!
Segala yang ada di sekelilingmu
Adalah buah amal perbuatanmu

Ah, indah sekali sajak dari Sunan Bonang ini.

AKU AGAK MALU JADI BANGSA INDONESIA (weleh ..weleh..)

November 29, 2008 by baceco

27 November 2008

Lagi – lagi aku hanya bisa bisu di depan komputerku, jari-jariku tak mau aku gerakkan untuk sekedar menulis sepatah dua patah kata, ya aku rasa hari hari yang bad mood buat menulis, meskipun akhirnya aku jadi anteng mencet-mencet tuts komputerku, ya sekedar baceco lah.

Emh… o w ya, aku punya buah pemikiran untuk bagaimana memberdayakan sumber daya anak-anak rg-ug yang aku bimbing di tsn, gini lho… aku khan sekarang dah jadi guru, ( eh salah masih calon) na kebetulan aku di amanati untuk membimbing rg – ug ( maksudnya Osis) di sekolah ku yang dulu, ya… ini memang tugas yang berat banget, apalagi dinamika anak rg-ug sekarang dah mulai berubah. Sedih, kecewa dan disayangkan banget kalau tradisi tradisi yang baik sudah mulai luntur dikalangan santri, aku maklum karena bagaiamanapun kualitas suatu sekolahpun fluktuatif, artinya naik turun gitu lah, emh.. hanya saja sekarang bagaiman mempertahankan kualitas yang udah ada ini, apakah harus dipertahankan program yang sedang bergulir di tahun sekarang, ataukah perlu di renovasi (reformasi) untuk menjawab problem yang sekarang lagi berkembang.

Well.. aku mulai dari masalah minat baca anak-anak yang udah mulai menurun, bahkan hampir hilang. Ya hal ini sebenarnya memprihatinkan sekali, karena bagaimanapun membaca itu sangat dan sangat perlu sekali untuk bekal mereka di kemudian hari. Nampaknya sepele, tapi sekalipun sepele dampaknya akan besar sekali terhadap anak-anak. Saya percaya bahwa orang – orang yang keranjingan dengan membaca buku pada umumnya mengalami kesuksesan di masa depan, saya percaya itu, karena bukan apa-apa, dengan membaca buku, orang yang tak tau jadi tau, yang tadinya telat mikir jadi cepat mikir. O w ya mengutip perkataan seorang tokoh, bahea otak yang sering digunakan itu akan semakin bagus, bukannya aus, ajaib memang otak manusia ini, dengan berjuta bahkan bermiliaran sel yang saling berhubungan itu bisa menciptakan sesuatu yang fantastis.

Nah, sayang sekali otak orang indonesia jarang sekali dipakai, boleh dikatakan orang indonesia itu malas berpikir, ah bangsaku, jadi malu aku jadi bangsa indonesia.

APAKAH KAMU PERCAYA TAKDIR?

November 29, 2008 by baceco

21 November 2008

The Balance ways kata seorang penulis motivasi, hidup ini harus seimbang, yup aku pikir hidup tak melulu untuk mencari keuntungan semata yang berorientasi pada perut dan dibawah perut, hal yang paling tak boleh dilupakan bahwa manusia memiliki dimensi lain, dimensi hati, atau orang sering menyebutnya dimensi spiritual, itulah kenapa banyak orang yang merasa tak bahagia padahal harta yang mereka dapatkan banyak sekali, mereka dihormati, tapi tetap saja hati mereka hampa, hati tak bisa dibohongi, hati tetap membutuhkan spiritualitas yang bersumber dari hati itu sendiri.

Kata orang hidup itu mengalir, ya tak usah hidup ini dibebani dengan berbagai masalah yang sebenarnya sepele, terlalu sayang untuk membuang-buang waktu untuk menyesali diri sendiri, terlalu bodoh untuk mengeluh kenapa aku jadi begini, begitu.

Mengalir begitu saja, bagaikan air, karena bagaimanapun juga Tuhan telah menaqdirkan apapun yang akan terjadi pada diri kita, emh,.. aku rasa tak perlu lah orang untuk memaksakan hidupnya harus seperti apa, tak perlu orang terlalu ngotot untuk suatu hal, ah.. nikmati saja hidup ini dengan berbagai keunikannya. Rasa senang, sedih, bahagia, terluka, itu adalah seni dalam hidup yang Tuhan ciptakan, so tak ada salahnya kita menikmati pertunjukan di panggung dunia ini, iya soalnya hidup ini adalah panggung sandiwara, kita disini hanya sandiwara, kita yang jadi actor, juga semua yang ada di dunia ini menjadi aktornya.

Ya, sebenarnya apa yang manusia khawatirkan untuk hari esok? Takut tak bisa makan, takut tak bahagia, takut di tinggalkan teman, takut tak dihargai ? dan sejuta ketakutan lainnya, ya..ya… manusia hidup kebanyakan untuk menghindari sejuta ketakutan itu, sehingga kita lupa bahwa hidup ini adalah untuk dinikmati, mereka lupa bahwa apa yang mereka lakukan dalam hidup adalah tanggung jawab mereka sendiri, jadi maksudnya gini lho… orang jadi sukses, orang jadi kaya, orang jadi miskin, itu adalah hasil dari usahanya sendiri, plus takdir dan keberuntungan. Nah, lalu takdir ? apakah takdir ? apakah hidup kita ini semata-mata hanya karena taqdir ? he..he… banyak penafsiran yang ambigus dalam memahami takdir, ada yang mengatakan bahwa semua yang terjadi di jagat raya ini, dimulai dari gerak tangan seseorang, daun yang jatuh, hembusan nafas itu telah dituliskan dalam buku takdir Tuhan, nah kalau penafsirannya seperti itu, lalu apa artinya usaha yang selama ini kita lakukan, ya sudahlah kita tinggal turuti saja apa yang kita lakukan, salah benar, ke surga atau ke neraka, toh semua sudah Tuhan takdirkan, tokh tak ada yang bisa kita lakukan untuk melakukan taqdir itu? ( nah lho..?)

Ya…ya…. Tak ada salahnya juga orang berpikiran seperti itu ( sekarang khan jamanya kebebasan berpikir n berpendapat) hanya saja pemikiran seperti itu sangat ambigus, artinya mengandung pengertian ganda, ya,,, selama ini yang pahami tentang takdir adalah apa yang kita lakukan kecil maupun besar adalah takdir Allah, maksudnya gini lho…. Aku bisa membaca karena belajar, aku kenyang karena makan, aku sukses karena tekun, kamu bodoh karena malas. So, dapat aku pahami bahwa taqdir tak sesaklek apa yang di utarakan pada pengertian pertama tadi, ya mungkin bagi kita ini amat sulit untuk dipahami, ulama terdahulupun terpecah menjadi ke dalam beberapa golongan dalam memahami takdir ini. Entahlah kalau dikomparasikan dengan pemikiranku entah masuk golongan yang mana ?

JIKA AKU SEORANG AMROZI

November 29, 2008 by baceco

Kamis, 30 oktober 2008

Ya, aku mendengar berita di tv dan internet bahwa tak lama lagi amrozi cs akan di eksekusi mati, aku membayangkan bagaimana jika aku ada dalam posisi mereka, menunggu kematian dalam hitungan waktu, mereka akan mati dengan cara yang tragis, ditembak mati, uh…indah tenan !

Menunggu hari demi hari mungkin akan terasa menakutkan, sedetikpun rasanya sangat berharga bagi mereka, bayangkan kalau kita ada dalam posisi mereka? Apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan melakukan ibadah dengan sungguh – sungguh, apakah kita akan menyedekahkan semua harta yang kita miliki, ya sekarang Tanya pada diri kita masing-masing, bagaimana seandainya esok adalah hari kematian kita, apakah kita masih bisa membohongi diri sendiri dan orang lain, apakah kita masih bisa tertawa di atas penderitaan orang lain, atau… kita hanya menangisi nasib yang malang yang menimpa kita, ah masih saja kita mementingkan diri sendiri?

Ya, pertanyaan itu akan memandu kita menuju kematian, kematian mungkin rahasia Allah, tapi tidak bagi mereka, bagi mereka yang akan di eksekusi mati, yeach aku rasa mereka telah menyiapkan mental untuk menghadapi kematian itu, entah perbuatan yang telah mereka lakukan di masalalu itu benar atau tidak, yang jelas sekarang mereka akan menghadapi kematian mereka sendiri, ya sekarang bagaimana kalau kita yang ada dalam posisi mereka, apakah kita sanggup >?

Sepertinya keadaan akan baik baik saja, ya aku harap begitu, banyak hal aku kuatirkan dalam menyongsong hari esok, namun aku percaya bahwa apa yang aku lakukan sekarang akan aku tuai dikemudian hari, emh… kayaknya selama kita percaya kan kemampuan diri sendiri, aku yakin semuanya akan baik- baik saja, ya tak pernah khawatir dengan apapun jua, mati, jodoh, kaya,miskin, senang, sengsara, aku yakin hal itu kan menempati proporsi masing-masing dalam hidup, aku hanya bisa berusaha dan berdo’a semoga saja hari esok adalah hari yang indah, meskipun aku tau bahwa jalan untuk menuju kesana adalah berliku, penuh ujian dan tentunya tantangan.

Modal kepercayaan diri saja menurutku tak cukup, perjuangan juga tak cukup dilalui dengan segala macam dinamikannya, aku yakin kalau keyakinan ku pada Tuhan akan membimbingku pada jalan yang benar, dan aku harap jalan yang ku tempuh ini bisa menghantarkan aku kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kata orang, hidup itu mengalir begitu saja, akh bagiku hidup adalah perencaan, ya bolehlah orang lain memandang seperti itu, dan aku juga punya hak untuk memandang hidup ini seperti apa, tokh semua punya pendapat masing2 dalam mempersepsikan tentang kebahagiaan dalam hidup. Ya, semua tergantung dari orientasi hidup mereka, mereka yang berorientasi bahwa hidup hanyalah di dunia pasti berpendapat, bahwa kenahagiaan hidup adalah kesuksesan dalam mengumnpulkan harta, kepopuleran, kehormatan diri yang dijunjung tinggi.

Dan beda lagi kalo orientasi hidup itu adalah hidup setelah hidup, aku pikir mereka tak mempersoalkan berapa banyak harta, terpandangkah atau tidak, aku melihat mereka melihat dimensi fisik yang berupa kekayaan itu sebagai hal yang fana, bersifat temporar dan sementara, ya aku pikir mereka begitu, makanya tak heran kalau mereka begitu asyik dengan peribadatan mereka dengan Allah, meskipun mereka tak pernah meninggalkan aktiftas mereka dalam mencari harta.

1000 HARI UNTUK 14.560 HALAMAN

November 29, 2008 by baceco

Rasanya rasanya aku akan mendapat tugas baru nih tiap hari, bagaiamana tidak, aku baru saja memborong buku milik temanku, ya lebih tepatnya majalah Sabili edisi tahun 2003 ampe 2008 , berarti kalau dihitung-hitung aku harus membaca majalah itu selama 5 tahun, emh…. kayaknya gimana ya.. tapi sih aku dah targetin untuk menamatkannya dalam 1000 hari, ha..ha… ya mudah-mudahan lah kesampaian. Coz sekarang – sekarang ini aku punya banyak waktu luang, meski enggak dikatakan nyantai banget, setidaknya aku punya banyak waktu untuk membacanya.

Duh ngomongnya kayak orang sibuk aja ya, ehm.,.. emang sih keseharianku Cuma ada tiga alur , Tv, komputer, internet. Hampir tiap hari aku tak akan lepas dari ketiga barang tersebut, coz aku dah kecanduan banget nih ma ni barang-barang hi tech!