Mungkin judul diatas agak provokatif, tapi tenang dulu… saya hanya ingin mengupas sisi unik dari sang proklamator. Saya terharu membaca kisah beliau ketika dipenjara di Sukamiskin, baginya penjara bukanlah halangan bagi beliau untuk terus membaca, meski pemerintah Belanda saat itu, melarang keras Soekarno untuk membaca buku. Namun berkat jasa seorang sipir penjara akhirnya beliau bisa membaca buku diam-diam dengan cara “menyelundupkan” buku. Ini menggambarkan betapa gigihnya seorang Soekarno untuk mendapatkan ilmu, ketika di penjara sekalipun.
Keadaan diatas, kontras sekali dengan kebanyakan mahasiswa zaman kiwari. Bergerombol kesana kemari dengan dandanan serba wah. Berlomba menonjolkan rasa keakuannya sebagai mahluk paling trendy. Sementara itu, buku-buku di perpustkaan seakan menjadi hiasan rak dan barang usang yang tak tersentuh. Sehinga istilah perpustakaan ibarat tokek hampir menjadi sebuah kenyataan. Kenyataan pahit yang menempatkan perpustakaan sebagai tempat paling langka untuk dikunjungi. Miris sekali.
Sebagai insan intelektual, membaca buku atau setidaknya mengunjungi perpustakaan haruslah menjadi kebiasaan dan rutinitas. Tidak perlu didorong dan dikompori oleh dosen untuk membaca buku anu dan itu, juga tak indah rasanya jika seorang mahasiswa tidak membaca satu halaman buku pun dalam satu hari. Memalukan dan sekaligus memprihatinkan. Idealnya membaca buku menjadi semacam menu harian bagi seorang mahasiswa.
Persoalan lain yang cukup pelik adalah minimnya dukungan pemerintah dalam “pembudidayaan” minat baca masyarakat, terkhusus mahasiswa. Tidak adanya program buku murah, pemotongan pajak buku, atau harga khusus bagi pengiriman buku lewat pos menjadi persoalan yang menghambat budaya baca masyarakat Indonesia.
Saya kira, program buku murah atau gratis (kalau bisa) untuk siswa dan mahasiswa bukanlah hal muluk dan melangit. Bisa jadi hal ini menjadi terobosan baru dan spektakuler untuk memajukan pendidikan Indonesia sehingga kita tak perlu lagi malu dengan prestasi pendidikan Indonesia yang hingga kini masih carut-marut. Semoga.
Bagaimana menurut anda ?
Tasikmalaya, 6/28/2010 2:15:40 PM