Arti Sebuah Karya

Berbicara tentang menghasilkan sebuah karya,  berarti membicarakan tentang tantangan. Justru ketika memutuskan untuk berkarya, entah itu membuat buku ataupun yang lainnya maka sebenarnya kita sedang menantang diri untuk menghadapi berbagai masalah yang kerap muncul. Hal ini wajar saja dan kerap terjadi pada para penulis pemula yang kerap tidak fokus untuk menuangkan gagasannya. Ya. Contohnya seperti saya ini yang belum kelar-kelar juga menyelesaikan sebuah buku, padahal outline dan berbagi media yang mendukungnya telah ada dihadapan mata.

Saya berfikir, apakah ini disebabkan oleh mindset? Mindset bahwa mengerjakan sebuah karya harus memakan waktu yang lama, harus memakan waktu berbulan-bulan. Pertanyaannya kemudian,disatu sisi banyak orang yang mampu menelurkan karya hanya dalam hitungan minggu, atau bahkan hitungan hari. Meski dengan waktu yang singkat mereka bisa membuktikan bahwa karya mereka memang patut diperhitungkan sebagai sebuah karya. Bahkan beberapa diantaranya banyak yang telah membuktikan bahwa karya yang dikerjakan dengan cepat malah menjadi produk best seller dan diminati oleh masyarakat. Berbicara tentang membuat buku, memang tidaklah sederhana yang dibayangkan. Dan juga tidak begitu sulit untuk dilakukan. Bisa jadi pola pikir kita yang memandang sesuatu menjadi penghambat kenapa hidup kita biasa-biasa saja atau kenapa kualitas kita tidak begitu diperhitungkan oleh orang lain.

Satu lagi yang bisa menjadi virus adalah cepat puas sesaat setelah menyelesaikan karya. Padahal, merasa puas diawal justru menjadi pelemah untuk terus melangkahkan kaki. Bukannya kita dituntut untuk serba sempurna, karena tak ada juga yang sempurna di dunia ini. Yang terpenting didalam membuat karya adalah lakukan yang tebaik dan kerahkan segala kemampuan yang kita punya. Jangan kemudian melakukan sesuatu hal dengan setengah-setengah atau melakukan sesuatu serba tidak beres.

Keyakinan kita jugalah yang pada akhirnya membawa kita pada apa yang kita inginkan suatu hari nanti. Pernahkah kita melihat seseorang yang telah sukses? Mungkin seringkali kita melihat dia setelah dia sukses, lalu pertanyaannya adalah apakah kita sering bertanya bagaiamana keadaan dia sebelum dia meraih kesuksesannya? Saya yakin, rata-rata orang sukses mencapai kesuksesannya dengan susah payah dan perjuangan yang keras. No Pain, No gain. Berakit-rakit dahulu berenang-renangkemudian, bersakit=sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Begitulah peribahasa mengatakan. Peribahasa tersebut seolah mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada yang gratis, semua butuh proses dan usaha. Dan sekali lagi, tak ada makan siang gratis, semua perlu dibayar harganya barulah kita bisa meraih hasilnya.

Saya tak bisa membayangkan, jika akhirnya seorang Thomas Alpha Edison berhenti pada beberapa percobaan untuk menemukan lampu. Seandainya dia berhenti pada percobaan yang kesekiankalinya, mungkinkah lampu dapat ditemukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s