Belajar Bahasa Korea

Anda ingin belajar Bahasa Korea dengan MENYENANGKAN dan EFEKTIF ?

Tanpa perlu banyak teori grammar yang cukup memusingkan? Langsung dilatih dengan metode Dinamic Immersion yang melibatkan alat indera anda?

Kini hanya dengan DUDUK MANIS dan BERSANTAI RIA di depan komputer anda bisa kursus bahasa Korea dengan MENYENANGKAN layaknya kursus di lembaga Kursus Professional. Efektifitas dari software ini berani diadu dengan kursus konvensional dengan biaya yang mahal.

5 Alasan KuaT Mengapa Anda Harus Menggunakan Software Ini.

1. Banyak Kalangan Telah Menggunakannya

Software ini telah digunakan oleh berbagi kalangan di Amerika dan dunia diantaranya : Departemen Dalam Negeri Amerika Pasukan Perdamaian Amerika, Lembaga Astronomi Amerika, NASA, Produk No 1 di Sekolah-Sekolah Amerika dalam Pembelajaran Bahasa,

2. Terbukti Efektif

Software ini menggunakan metode “Dynamic Immersion”, yaitu sebuah metode yang telah TERBUKTI EFEKTIF dalam pembelajaran bahasa yang mendapatkan penghargaan di Amerika Serikat sebagai metode PALING EFEKTIF. (sumber: Rockmen Evaluation Report, 2009)

3. Active Listening :

Software ini menggunakan bahasa penduduk asli untuk mengajari kita mendengarkan, sehingga membuat cepat memahami bahasa sehari-hari, dan mengembangkan kemampuan mendengarkan dan memahami secara mudah. Sehingga anda mudah mengingat kosakata baru dan tidak mudah lupa kosakata tersebut karena tidak diterjemahkan melainkan langsung ditunjukkan kepada konteks kalimat berupa gambar.

4. Mengembankan Kemampuan Membaca (Reading)

Mengembangkan kemampuan membaca dengan menggunakan topik objek, aksi dan kejadian sehari-hari. Dan apabila bacaan kita salah kita akan dibenarkan langsung dan di bimbing oleh software ini, menarik kan??

5. Writing :

Berlatih menulis bahasa yang sedang dipelajari. Tinggal tulis apa yang didengar, dan program ini dengan hati-hati dan teliti memeriksa hasilnya. Wow Keren!!

6. Grammar

Anda belajar grammar secara otomatis, tidak diterangkan rumus ataupun teorinya,sehingga anda secara otomatis mengerti tata bahasanya. kenapa demikian? hal ini dimungkinkan karena anda belajar dengan konteks, artinya anda langsung ditunjukkan kepada konteks aktifitas yang menerangkan sebuah grammar.

7. Speaking

Anda dipaksa untuk bicara secara benar, jika masih salah, maka software ini memberikan indikator dimana letak kesalahannya.

Jangan Khawatir, meskipun software ini buatan Amerika, tapi pembelajarannya sangat Menyenangkan, karena setiap kata asing dalam pembelajaran ini TIDAK DITERJEMAHKAN ke dalam kata, tetapi diterjemahkan melalui GAMBAR. Dan inilah salah satu kunci efektifitas metode DINAMIC IMMERSION.

SOFTWARE INI COCOK, JIKA ANDA :

Jika anda adalah pelajar atau mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan basaha Korea dengan biaya yang terjangkau namun efektif.

Jika anda mahasiswa yang ingin melanjutkan S2 ke Korea namun terkendala nilai dalam halSpeaking, Writing, Listening dan Reading Skill.

Jika anda adalah seorang yang berniat untuk bekerjadi Korea tapi kemampuan bahasa Korea anda kurang bagus, maka software ini tepat karena didesain untuk orang yang memiliki keterbatasan waktu belajar.

Jika anda ada sebagai Guru Sekolah , Guru Private Bahasa Korea yang ingin materi pelajaran yang MENARIK, UNIK dan INTERAKTIF maka software ini sangat cocok karena software ini telah digunakan oleh siswa-siswa di Amerika untuk mempelajari bahasa Asing.
Jika anda orang yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Korea dengan BIAYA danWAKTU yang FLEKSIBEL.

Coba Renungkan:

Orang Australia tidak mudah belajar bahasa Indonesia. Tetapi, anak kita yang baru berumur 2-3 tahun sudah pandai berbahasa Indonesia. Apa rahasianya? Apakah anak kita berlajar grammar dulu? Tidak bukan?

Saya percaya bahwa grammar adalah penting. Tapi untuk apa? Untuk hal-hal tertentu memang harus memperhatikan grammar. Tapi kita bisa berkomunikasi dengan baik tanpa harus menguasai grammar dulu, persis seperti anak kita bisa berkomunikasi tanpa harus belajar grammar dulu.Dan anda gak usah bingung !!! Kini kita bisa belajar Bahasa Korea gratis dirumah dengan software belajar Bahasa Korea yang spektakuler. Belajar bahasa asing jadi lebih cepat dan mudah dengan fitur-fitur spektakuler seperti :

Berapa harga dari software ini ???

Harga dari software ini adalah 479 Dollar, dengan asumsi 1 dollar 9.000 rupiah, maka harga dari software ini adalah Rp. 4.311.000. Wow Mahal kan? Dan tentunya harga menentukan kualitas barang. Setuju?

Belum percaya? silakan cek sendiri harganya i disini, http://bit.ly/Q1x92

atau llihat gambar dibawah ini:

harga, kalau anda beli langsung di web atau beli di toko-toko retail software di Amerika

Lalu, berapa Investasi yang kami tawarkan untuk Mendapatkan Software ini ?

Rp.4.000.000,-

Tidak perlu sebesar ini !

Rp. 1.500.000,-

Bahkan juga bukan sebesar ini !

LALU BERAPA??

Yang Jelas Melalui Software dengan Investasi Yang Sangat Ringan Ini Anda Akan :

Mempunyai tempat kursus sendiri yang kapanpun dan dimanapun anda bisa belajar.
Meningkatkan kemampuan bahasa korea mulai dari Writing, Speaking, Reading dan Listening bahkan anda belajar grammar serasa tidak belajar grammar karena anda belajar melalui konteks, sehingga anda secara otomatis memahami grammar.
Mendapatkan software dengan tingkat efektifitas dan kualitas kelas dunia!
Tidak perlu bingung lagi akan kemampuan bahasa inggris anda meskipun anda telah berulang-ulang mengikuti kursus bahasa Inggris.
Mendapatkan keleluasaan waktu belajar, dan anda dapat belajar bahasa Inggris disela-sela kesibukan anda.
3 Level Pembelajaran, yang tiap Level bisa selesai dalam 2 bulan.
Lalu, Berapakah Investasi Untuk Mendapatkan Software yang Langka Ini ?

Rp. 1.000.000,-

Oh bukan ! Tidak perlu sebesar ini !

maka Meskipun saya untuk mendapatkan software ini sangat susah dan sangat jarang karena tidak didistribusikan di Indonesia, Investasi Yang diperlukan hanyalah :

Rp. 400.000,-

Benar-benar investasi yang sangat moderat !

Untuk masa depan anda, saudara, anak atau keluarga anda karena software ini bisa digunakan bersama-sama oleh mereka.

Uppps ! Tunggu Dulu !!Ternyata kami masih dapat membuatnya lebih rendah lagi !!

Dengan Investasi Hanya

Rp. 199.000,- (belum termasuk ongkir) untuk Bahasa Korea. Ya Benar, hanya Rp. 199.000 Saja..

*harga diatas Belum Termasuk Ongkir dari Bandung.

[Bandingkan dengan biaya kursus professional yang rata-rata mematok harga 1,5 juta / 6 bulan dan bandingkan juga dengan jika anda beli di situsnya atau beli langsung di Amerika]

How To Order:

1. Kirim SMS ke 0896 5549 9858 dengan format ” PAKET BAHASA KOREA, Nama, Alamat Jelas, Nama Bank

Contoh : PAKET BAHASA KOREA, Andi, Jl. Sekelimus II no. 38 Kota Bandung, Bank Mandiri

2. Kami akan balas: Total Harga+Ongkir & No Rekening Bank transfer

3. Transfer pembayaran melalui rekening yang dikirim via sms & konfirmasi pembayaran via SMS

4. Bila pembayaran telah kami terima, paket dikirim pada hari konfirmasi jika sebelum jam 4 sore.

5. Paket akan di kirim via JNE.

6. No resi JNE ane kabarin via SMS.

Harga belum termasuk ONGKOS KIRIM. Kami kirim lewat JNE, info tarif bisa liat di www.jne.co.id, Lokasi kami di Bandung.

Seriale Online Subtitrate

Kecanduan Facebook

Barangkali facebook sudah menjadi candu bagi saya. Entah kenapa, akhir-akhir ini saya sering merasakan sakit leher karena terlalu lamanya memelototi komputer. Meski dengan facebook saya menjalankan bisnis saya, tetapi entah kenapa ketika saya membuka komputer dan terus mengkoneksikan ke internet, secara otomatis jari saya akan mengetik di adress bar :www.facebook.com. memang aneh. Dan setelah itu, saya seolah-olah melupakan kondisi yang lain, parahnya lagi melupakan tugas yang sebenarnya lebih penting.

Dengan kebiasaan buruk yang baru ini, jujur, saya merasa tersiksa kalau terus menerus harus mengidap kecanduan internet. Saya berfikir untuk mencoba melakukan terapi sendiri, dengan memakai metode hipnoterapi, dan mudah2an ini menjadi self terapi yang berhasil. Saya akui memang, metode ini benar-benar ampuh dan ternyata bisa sukses terhadap beberapa penyakit mental yang saya anggap susah untuk sembuh, tetapi kenyataannya penyakit tersebut bisa disembuhkan berkat niat dan keinginan yang kuat.

Saya merasakan benar-benar merasakan kehilangan waktu yang luar biasa, dari pagi hingga sore saya menghabiskan waktu hanya untuk sekedar online. Meski sebenarnya hal tersebut bisa saya lakukan dengan beberapa jam saja, tetapi entah kenapa diri ini selalu ketagihan untuk selalu membuka tiap halaman-halaman internet.

Tapi, sekarang saya sudah meniatkna kedalam diri saya bahwa menggunakan internet mesti sesuai doses dan takaran yang sesuai. Terlalu banyak tak baik, dan tak menggunakannya sama sekalipun tak baik.

Adanya Jurang Sosial

Semakin banyak waktu yang dihabiskan di dunia maya, tegak lurus dengan semakin berkurangnya kontak sosial di dunia nyata. Semakin orang intens berhubungan dengan teman lewat dunia maya, semakin dia menikmatinya. Atau bisajadi menimbulkan sikap asosial yang berdampak pada kondisi kejiwaan seseorang. Bisa saja menjadi asosial dan tidak peduli terhadap lingkungan tempat dia tinggal.

Sejatinya, teknologi diciptakan untuk semakin memudahkan komunikasi, namun makin maju teknologi semakin mereduksi keintiman komunikasi antar manusia, meski diakui sebelumnya belum ditemukan kondisi dimana setiap orang bisa berbagi dengan yang lainnya. Tetapi ini kemudian menjadi semcam kecanduan semu untuk terus menerus mentap layar komputer hanya untuk menunggu komentar atau pesan yang masuk.

Inilah kemudian manusia sebagai mahluk yang diperbudak oleh teknologi ciptaannya sendiri. Terkadang kita tidak bisa bijak dalam menggunakan teknologi. Layaknya seorang anak yang diberikan mainan baru oleh orang tuanya, masyarakat asyik dengan antusias menikmati kemudahan teknologi.

Bahkan, fenomena in menjadi bidikan pasar para pebisnis yang bergerak dalam bidang telekomunikasi. Kita bisa lihat ramainya iklan operator yang menawarkan layanan-layanan sosial media yang memanjakan penggunanya.

Disatu sisi, ini merupakan perkembangan yang positif. Disisi lain, perkembangan ini dikhawatirkan semakin menjauhkan manusia dari aktifitas sosial secara nyata. Dan tak menutup kemungkinan dimasa depan kita lebih sering komunikasi via teknologi ketimbang bertemu dan bertatap muka secara langsung, dan semakin teralienasi dari kehidupan spiritual. Bisajadi di masa depan akan bermunculan banyaknya tempat ibadah virtual, pengajian virtual sehingga mendorong manusia untuk memilih berhubungan sosial lewat dunia maya ketimbang bertemu dan berinteraksi secara langsung.

 

 

 

 

 

 

Berapa Harga Sebuah Komitmen?

Mengerjakan sebuah komitmen itu perlu kesabaran ekstra, ya perlu ada ingatan yang terus menerus untuk mengingatkan pikiran kita bahwa kita mempunyai komitmen terhadap sesuatu.

Ketika komitmen itu terwujud, maka hal yang akan dituai adalah hasil yang diharapkan. Saa kini menjadi paham bahwa komitmen terhadap apapun menjadikan kita semakin berdaya terhadap sesautu tersebut, tejkanan dari luar seharusny menjadikan kita semakin kuat..

Kembali pada komitmen, ibaratnya sebuah tali untuk menggantungkan sesuatu ke atas bukit tebing yang tinggi, jika tali itu tidak diikat dengan kuat maka tali tersebut akan cenderung untuk roboh dan apa yang akan terjadi. Itu akan membahayakan penggunanya.

Tentu saja, berkomitmen pada diri sendiri sama halnya membuat janji kepada diri sendiri. Ketika janji itu tidak tepenuhi oleh diri sendiri maka hal tersebut akan menarikkan rekening kepercayaan diri di bank kepribadian. Maka, selayaknyalah kita berhati-hati untuk berjanji kepada diri sendiri karena ketika janji itu tidak diindahkan, maka kepercyaan terhadap diri sendiri sedikit demi sedikit terkikis dan akhirnya menyebabkan diri kita tidak berdaya.

Adalah bagus jika kemudian diri ini terus menerus mensugestikan bahwa diri ini mesti selalu menepati kepada diri sendiri. Untuk mensiasati hal ini kita bisa menentukan hal apa yang bisa kita berikan kepada diri sendiri, jika telah terpenuhi komitmennya. Atau sebaliknya, apa seharusnya yang harus diberi sanksi kepada diri sendiri jika diri kita tidak menepati komitmennya. Sekali lagi, komitmen adalah harga penting dari sebuah pencapaian. Pencapaian terhadap apapun.

Kenyataannya untuk mewujudkan komitmen tersebut memang tidak semudah membalik telapak tangan. Seringnya alam bawah sadar kita membisikkan sesuatu untuk melakukan sesuatu diluar komitmen yang telah ditetapkan. Bila demikian yang tejadi, maka jalannya adalah dengan mempengaruhi pikiran bawah sadar kita agar sesuai dengan tujuan dan komitmen yang telah diciptakan.

Misalnya, menulis. Kita berkomitmen untuk menulis minimal 15 menit sehari,. Tapi ketika satu hari saja dilewatkan, maka pikiran kitapun akan terus menerus mentolerir bahwa meninggalnya tidak akan menjadi hal yang besar. Beda lagi ketika pikiran bawah sadar kita mengidentifikasi bahwa pelencengan terhadap komitmen merupakan sebuah pelanggaran yang besar, maka hal tersebut akan kemudian diperhatikan sebagai sesuatu yang penting.

Komitmen, memang harga mati untuk sebuah kesuksesan. Komitmen tidak bisa dibayar harganya. Komitmen tidak bisa diuangkan dan komitmen bisa kita ciptakan sendiri dengan memastikan diri sendiri bahwa apa yang dilakukan merupakan yang tebaik yang kita berikan. Semoga bermanfaat.

Pesantren sebagai Basis Pendidikan Ahlak

Oleh : Miftah Nashir

Populasi Islam Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, tentu hal ini menjadi modal untuk terciptanya kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islami dalam miliu masyarakat Indonesia. Sekaligus menjadi potensi dasar bagi bangsa Indonesia untuk membangun negeri sesuai dengan apa yang dicita-citakan ummat manusia, karena pada dasarnya nilai-nilai yang di anut muslim adalah mampu mengakomodir semua kepentingan.

Pendidikan sebagai salah satu pilar dalam membangun peradaban bangsa, mempunyai peran penting dalam mempesiapkan generasi penerus. Regererasi ini mutlak dilakukan mengingat masa depan bangsa ini berada ditangan para generasi muda. Maka, hal yang berkaitan dengan generasi muda ini, terutama pendidikannya haruslah merupakan suatu sistem yang dapat menghasilkan output yang benar-benar bisa diandalkan untuk membangun Indonesia.

Dalam hal ini, pesantren telah terbukti banyak melahirkan putra-putra terbaik negeri, yang kini banyak memangku jabatan-jabatan penting di pemerintahan atau sebagai tokoh nasional. Harus diakui pula bahwa mereka merupakan produk pendidikan pesantren, dan itu sudah cukup untuk dijadikan bukti bahwa pendidikan pesantren mampu menghasilkan insan kamil yang berkompetensi dan mampu bersaing di ranah global.

Pola pendidikan pesantren ini sudah sejak lama dikenal dalam masyarakat Indonesia, Tradisi ini menjadi semakin melekat karena Indonesia merupakan populasi Islam terbesar di dunia, maka tak heran tradisi pesantren ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia.

Sistem pendidikan pesantren di Indonesia dipandang memiliki karakteristik tertentu, sehingga tak heran pesantren dipandang sebagai penghasil manusia-manusia yang berkualitas, tentunya hal ini manusia yang menjungjung tinggi nilai-nilai religious. Pun ketika kita melihat fakta sejarah, maka keterlibatan pesantren dalam usaha kemerdekaan Indonesia tidak bisa dikatakan sedikit. Kita tahu, seorang KH Zaenal Musthafa yang notabene merupakan kaum pesantren melakukan perlawanan kepada penjajah Jepang. Kemudian banyak lagi orang-orang pesantren yang turut berjuang dalam melawan penjajah.

Kenapa kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari pesantren? Karena dari pesantrenlah timbul kesadaran untuk hidup merdeka, dan timbul kesadaran untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri. Selain itu kaum pesantren memiliki spirit yang tinggi untuk memperjuangkan dirinya. Mereka berkeyakinan bahwa memperjuangkan bangsa Indonesia merupakan jihad untuk membela agama.

Dalam konteks kekinian, pesantren dijadikan sebagai sistem pendidikan yang berbasis akhlak. Sistem ini diharapkan dapat membentuk pribadi-pribadi yang mulia. Selain itu, pesantren dijadikan sebagai lembaga yang bagus untuk mengembangkan budaya positif seperti tanggung jawab, mandiri dan menumbuhkan jiwa kepedulian sosial. Dalam hal ini saya kira pesantren dapat menjadi tempat sebagai kawah candra dimuka, untuk menghasilkan manusia-manusia berkualitas. Khususnya dalam pembinaan ahlak.

Seiring dengan gencarnya globalisasi, pesantren dapat dijadikan sebagai tameng untuk melawan arus globalisasi yang semakin menggila. Setidaknya pesantren dapat menjadi rem untuk meredam arus globalisasi yang terus menggejala, terlebih di kalangan remaja. Di pesantren dipelajari tentang bagaimana Islam dalam memandang globalisasi maupun kemodernan, bagaimana untuk menyikapinya sehingga para santri mempunyai arah bagaimana seharusnya menghadapi globalisasi.

Pesantren dan Teknologi

Saya melihat, sekarang sudah mulai banyaknya pesantren-pesantren yang mengaplikasikan teknologi dalam sistem pendidikan mereka, ini sekaligus mematahkan pendapat bahwa pesantren identik dengan keudikan, kampungan, konvensional atau apalah namanya. Padahal  hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Yang jelas, keunggulan pesantren dapat dilihat dari adanya penanaman budaya tanggung jawab. Para santri dilatih untuk bertanggung jawab dalam melakukan aktifitasnya, biasanya mereka diberi tanggung jawab untuk selalu membersihkan kamarnya, atau diberi tanggung jawab untuk menjaga kamar ataupu ronda malam. Saya kira, ini akan menjadi pendidikan yang positif sekali, dalam membangun budaya bertanggung jawab.

Hal lain yang merupakan keuntungan di pesantren adalah, pesantren sebagi basis latihan kepemipinan. Latihan kepemimpinan di pesantren dapat melatih seseorang dalam pengambilan keputusan atau bagaimana mempengaruhi seseorang. Sudah menjadi hal yang umum, jika di pesantren ada sebuah lembaga yang mengatur dan mengelola kehidupan di asrama. Misalnya setiap ruangan, selalu di tunjuk seseorang untuk menjadi ketua atau apalah namanya.

Sebagai Basis Penanaman Budaya Baca dan Menulis.

Sudah umum diketahui terdapat budaya khas di pesantren yang berkaitan dengan budayabaca tulis ini. Umumnya setiap pesantren mempunyai kahian khusus tentang suatu kitab. Dan kitab ini dijadikan sebagai andalan, atau malah menjadi cirri khas yang melekat pada pesantren tersebut. Biasanya sebuah pesantren memiliki beberapa kajian kitab turats yang dijadikan unggulan, dan kitab-kitab tersebut  menjadi ciri khas kajian yang dimiliki oleh pesantren tersebut.

Budaya menulis di pesantren juga berbanding lurus dengan budaya bacanya. Kitab-kitab yang dibaca bisa dikaji kembali dalam bentuk tulisan, setelah santri menjelaskan dari penuturan gurunya, maka ditulislah apa yang dikatakan oleh gurunya tersebut.

Produktif menghasilkan Pribadi yang berahlak

Pesantren dipandanng sebagai tempat yang pas dan cukup terkondisi untuk menghasilkan manusia yang berahlakul karimah. Ini didukung dengan kurikulum pesantren itu sendiri yang banyak menggunakan pendekatan vertical dalam setiap denyut aktifitasnya.

Tidak hanya aspek intelektualnya yang diusah, tetapi aspek ruhani sangat diperhatikan dalam pendidikan pesantren. Sudah hal yang lazim dalam miliu pesantren terhadap budaya yang mendorong semua penghuninya untuk melakukan ibadah berjamaah, shalat sunnat dan berbagai amalan yang dapat mendekatkan diri kepaada Allah Swt.

Semua kegiatan kerohanian ditempatkan di mesjid, sehingga mesjid menjadi unsure yang urgen dalam pesantren. Masjid adalah sebagai center of excellence dalam setiap denyut kehidupan pesantren. Kalau di ibarakan tubuh, maka masjid adalah jantungnya pesantren.;

Dengan pola pendidikan pesantren seperti yang diseutkan di atas,  maka pesantren unggul dg produktifitasnya dalam menghasilkan pribadi yg berakhlaqul karimah, hanya saja perlu diakui pesantren lemah dalam mengakomodir arus perkembangan zaman, sehingga sering ditemukan gap yang nyata antara pesantren dengan perkembangan teknologi.

Menanamkan Tanggung Jawab

Pentingnya tanggung jawab dan keberanian menghadapi resiko dari suatu perbuatan adalah nilai yang ditanamkan kepada para santrinya. Ini sebagai pengejewantahan dari ajaran-ajaran Islam yang menekankan pentingnya rasa tanggung jawab terhadap perbuatan yang telah dilakukan. Sehingga setiap perbuatan yang dilakukan akan menimbulkan konsekuensi. Kehidupan pesantren mengajarkan para santri untuk bertahan dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan.

Melatih Kehidupan Mandiri

Umunya para santri jauh dari orang tuanya, praktis segala kebutuhan dirinya harus ditanggung oleh sendiri, dari mulai mencuci baju, memasak ataupun berbagai hal remeh temeh lainnya.   Kehidupan santri utamanya di pesantren salafi mengajarkan santri untuk hidup mandiri. Tidak sedikit dari para santri yang harus hidup diantara “kekurangan”. Kondisi inilah yang menjadi mereka banyak tirakatnya. Dan tirakat itulah yang dijadikan sebagai senjata andalan bagi perasaan mereka ketika dilanda kekeringan kantong. Tanpa mengeluh sedikitpun. Meski demikian semangat untuk mencari ilmu tidak berkurang sama sekali. Mereka sangat percaya dengan apa yang dituturkan dalam kitab ta’limul muta’alim. Banyak berfoya-foya dalam menuntut ilmu hanya akan membuat ilmu tidak barokah dan otak tidak bisa berfikir. Mereka tetap bersabar dalam menuntut ilmu dalam kondisi apapun. Meski bangun dikala orang terlelap tidak menjadi beban sedikitpun. Meski mereka harus menahan kelopak mata agar tetap terbuka disaat kantuk menghantui, tidak membuat semangatnya redup. Berbekal sebuah kitab kuning yang bertuliskan arab tanpa harokat dan bolpion buntut mengais ilmu yang Alloh berikan lewat ulama-ulama terdahulu. Sebuah pemandangan yang indah dikala kita menyaksikan saat itu.

Nge-Blog untuk Memberantas Ke“GoBlog”an Berpikir

Salah satu alasan kenapa saia belum berani nge-blog adalah belum banyak referensi kejadian untuk saia ceritakan. Hinga akhirnya semangat nge-blog yang membara melempem juga seiring dengan aktifitas sebagai mahasiswa yang bagi saia cukup menyita waktu. Ya, selain factor tidak adanya apresiasi dari para blogger terhadap tulisan saia, faktor malas untuk menulis menjadi penyumbang terbesar dalam membentuk masa-masa kegoblog-an (baca : kebekuan) berpikir saia.

Saia berkontemplasi beberapa saat, merenung dan menakar makna menulis blog, dan saia sadar betul nge-blog bukan sekedar menulis, tapi sebagai sarana untuk melawan, untuk berteriak lebih keras, untuk eksistensi, untuk berbagi,  dan sebagai pemecah kebuntuan berpikir, dan saia lebih senang untuk menyebut “nge-Blog untuk memberantas ke’GoBlog’an (baca: kebekuan) berpikir”.

Akhirnya semangat menulis saia menggebu lagi, bahkan setiap hari membuat tulisan, lama-lama menumpuk di hardisk, tanpa dibaca oleh siapapun.  Saia berpikir, kalau file tulisan saia hanya tersimpan di kompie, tulisan saia gak akan ngefek, lain ceritanya kalau dipublish di blog, kemungkinan dikritisi dan dikomentari semakin besar, dan memang adanya apresiasi adalah hal yang bisa membuat saia bertahan untuk menulis. Meski terkadang, saia merasa tidak pede dengan apa yang ditulis, ada ketakutan  tersendiri ketika pembaca saia menganggap tulisan tidak bermutu, akhirnya tidak ada yang mau mebaca tulisan saia lagi.

Maka, butuh keberanian ekstra untuk mengpublish tulisan saia, meskipun harus memutuskan urat malu saia terlebih dahulu. Ah, tak peduli se’bagus’ apapun tulisan saia, yang penting mampu untuk mengungkapkan pemikiran, pendapat atau hujatan original saia  tanpa membajak!

Go Blog!

ALLOH SIAPKAN AKU BILA ENGKAU INGIN BERTEMU

01.00 Wib di Sebuah Rumah Sakit

Ini terjadi ketika aku sedang menjaga nenekku yang di rawat di rumah sakit. Saat itu terdengar suara gaduh yang membangunkanku dari tidurku, aku meraba-raba apakah aku telah bermimpi, setelah bangun dan menyadari bahwa ini adalah jam 01.00 dini hari aku segera menyadari suara gaduh dari kamar sebelah. Aku mengalahkan rasa kantukku untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Setengah sadar setengah tidak aku melihat kerumunan orang sedang berkumpul, penasaran aku mendekati kerumunan orang tersebut, dan ternyata mereka sedang mentalkinkan orang yang sedang sekarat, aku terpana melihat orang sekarat itu, begitu susah payah dia untuk bernafas, duduk pun dia lemah, terlentang dia tak bisa, akhirya dia hanya di peluk oleh keluarganya dan dibisikkan kalimat syahadat. Mungkin keluarganya sudah menyadari bahwa Ijrail telah datang.

Aku masih saja terdiam di tempat, melihat apa yang akan terjadi. Sesaat kemudian aku melihat tanda bahwa Ijrail sedang mencabut nyawa, sakit kelihatannya karena dia sempat memukulkan kedua tangannya ke atas, dan akhirnya hanya tangis dan jeritan yang kemudian terdengar di tengah kesunyian malam.

Aku terpana melihat apa yang sedang aku saksikan ini, aku jadi semakin takut akan usiaku yang aku tak tau kapan aku akan dijemput oleh Ijrail. Aku merasa aku belum siap untuk menghadapinya, masih telalu jauh aku dari seorang Muslim yang taqwa. Ah, Allah… aku ingin jika engkau menjemputku nanti, terukir senyum dalam perjalananku nanti. Amin.

Kawan, kita boleh merasa banyak waktu untuk menghabiskan seluruh sisa hidup kita, kita boleh merasa bahwa kematian masih jauuh di depan mata kita, ya bisa saja kita merasa seperti itu, tapi…. bagaimana kalau takdir kita berkata lain, misalnya kita mati di usia yang muda, kita tak sempat mengumpulkan bekal untuk akhirat nanti, apa yang akan terjadi nanti di akhirat? Lalu apa jadinya ketika masih banyak orang yang kita sakiti tak sempat kita memintya maaf kepada mereka. Apakah kita masih merasa bahwa kematian masih jauh dari kita? Kawan, cobalah pikir, ketika kita sedang dalam masa bahagia dalam hidup, tiba-tiba kamu menderita penyakit ganas yang terus menggerogoti, sampai dokter memvonis bahwa umur kita hanya satu bulan lagi? Bayangkan kalo kita di posisi seperti itu? Apakah kita masih bisa merasa bahwa hidup kita seribu tahun lagi>?

TERKADANG KITA PERLU UNTUK MENJADI “ GILA ”

30 Nopember 2008

Pernah suatu kali aku ngobrol santai dengan seorang Pemred Koran yang terbit di kotaku ( Radar Tasikmalaya), dia berkelakar tentang bagaimana cara membuat kita bertahan di dunia persaingan yang semakin tajam ini. Kita harus jadi “orang gila” dulu, barulah kita akan diakui orang. Nah lho, jadi orang gila?

Gini maksudnya, kita ini harus punya ide gila untuk menaklukkan kerasnya persaingan, orang yang gak punya ide atau yang kering inovasi dengan sendirinya akan ditinggalkan. Yup, dia berkata seperti ini dalam lingkup dia sebagai pemimpin sebuah koran lokal. Karena korannya harus bersaing dengan koran yang lebih mapan pemasarannya, maka yang dibutuhkan adalah inovasi, ya kegilaan tadi.

Well, sekarang kita bicara tentang inovasi. Sebelumnya aku mengajukan sebuah pertanyaan begini : kenapa anak muda pikirannya lebih inovatif daripada orang tua? Kenapa coba. Menurut hemat aku begini,,,, orang tua sudah ditaqdirkan untuk selalu berseteru dengan kaum tua ( kolot ). Kita sering mendengar kaum reformis, kaum modernis dan sebagainya. Nah yang dimaksud kaum reformis ini adalah kaum tua, dan kaum tua lebih sering disebut dengan kaum konservatif. Dalam wacana reformasi sekarang, zaman dimana tak ada pengekangan terhadap kebebasan untuk bersuara telah menjadi zaman yang serba terbuka. Arus informasi mengalir deras dari arah manapun, Tv, Internet dsbg sehingga menimbulkan kaburnya batas-batas negara ( global village) nah dari sinilah akulturasi budaya asing datang menyergap para generasi muda indonesia, sehingga jadinya kepribadian bangsa indonesia yang ketimuran berubah drastis menjadi budaya yang hedonistik, leberalistik, paternalistik dan serba pakai lipstik? ( ^_^)

DILARANG BACA ARTIKEL INI ( BAHAYA )

Hidup ini hanya sekali , lantas untuk apa kita menyesali hidup yang telah kita lalui, bukankah lebih baik kita menyongsong hari esok yang lebih baik, bukankah kita bisa membuat perbedaan dengan menjadikan diri kita penuh pengaruh yang positif. Ya kalau kita mampu untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain, kenapa kita tidak melakukannya. Apakah kita masih berharap untuk diberi sama mereka ? ah, kamu juga begitu mief, kamu hanya bisa berharap pada mereka tanpa kamu bisa memberikan apapun pada mereka, YA kAdang kala kita berpikir picik, hanya memikirkan diri kita sendiri, biarlah orang lain yang menderita, tak peduli orang lain menderita karena perbuatan kamu. Duh, memang untuk menjadi manusia yang baik itu susah, susah sekali, sekali ingin melakukan kebaikan , selalu saja lupa dan lupa , dan akhirnya hanyA kebiasaan buruklah yang menempel dalam tubuh kita.

Apakah manusia itu ditaqdirkan dengan jalannya masing-masing? Ya, takdir , mungkin yang ku maksud itu. Takdir manusia? Apakah ada ? apakah setiap langkah manusia itu diatur sama Allah? Apakah manusia tidak berhak untuk menentukan taqdirnya sendiri?

Ah, mief silakan sajalah kamu pikir sendiri, aku juga bingung untuk menjawabnya. Baru – baru ini kamu agak aneh mief, kok kamu jadi seperti ini ya? Menanyakan hal – hal yang abstrak? Ya., aku pikir kamu selalu menanyakan hal yang abstrak, sampai – sampai aku jadi bingung untuk menjawabnya ?

Ya, aku sendiri aku tak tau apakah yang membaca tulisanku ini menjadi mengerti atau tidak, yang jelas aku hanya ingin menuliskan apa yang aku mau tulis, terserah orang lain mau kritik apa tentang tulisanku ini. Aku juga tak mau kalau ada yang menilai bahwa tulisan ini ga ada artinya, ya mungkin bagi mereka ini memang tak ada artinya, mungkin juga mereka menilai tulisan ini sangat rancu sekali, tapi bagi aku tulisan ini adalah tumpahan kegundahanku akan semua imaji yang liar ini.

Akh, kawan jangan sampai kau menilai aku nyeleneh karena baca tulisan ini, yap karena aku hanya ingin mencoba mengeluarkan ide dan gagasanku ini tanpa ada yang menghakimi seornagpun termasuk pikiranku sendiri. Aku tak mau menulis dalam kemunafikan, aku tak menulis dalam kebohongan, ya menulis dalam kemunafikan!

Ya, aku rasa aku dah cukup untuk menuliskan semua ini, aku sudah lelah mengeluarkan apa yang ada di otakku ini, ah rasanya otakku mau pecah ! duar.. ~!! Glek !

MENGGUGAT SOEKARNO

Jasmerah “ jangan sekali kali melupakan sejarah” ungkapan yang begitu terkenal yang berasal dari bapak Proklamasi Soekarno. Tak heran kalu seorang Soekarno mengatakan seperti itu, karena bagaimanpun sejarah memegang peranan penting dalam kehidupan kita, bisa dikatakan orang yang melupakan sejarah akan tersesat dalam hidupnya. Hanya pengertian sejarah tak sesederhana yang kita duga, tak sekedar potongan – potongan sejarah yang ada dalam buku pelajaran. Maksudnya kita hidup ini terdiri dari potongan-potongan sejarah masa lalu. Tak semata-mata kirta ada, sim salabim jadilah kita sekarang, ah rasanya gak begitu.

Orang bijak sering mengatakan bahwa orang yang berhasil itu adalah yang sanggup mengambil hikmah dari kejadian buruk atau baik yang menimpa dirinya di masa lalu. Aliran hipocrates menganggap bahwa sejarah adalah kesatuan dalam hidup itu sendiri, tak bisa di pisahkan.

Plato, Aristoteles, Hipocrates bahkan Socrates sekalipun setuju bahwa manusia itu tak akan pernah lepas dari sejarahnya. So , apakah kita kita harus terjatuh pada lubang yang sama ?

AKU BERKATA PADA DIRIKU ( CINTA ) : TENTANG CINTA

28 November 2008

Aku ingin berbicara pada diriku sendiri, yang hanya sendiri saja. Melamun, berkahyal, dan mengharap ada yang memberi cinta, ah cinta, kau begitu indah.

Ah cinta, kau juga begitu menyakitkan.

Ah cinta, kau memberi aku semangat

Ah cinta, kau memberi aku kekuatan

Cinta, jika suatu saat aku menemukan kau

Jangan kau pergi, izinkan aku selalu bersama

Karena kau cinta, aku menemukan sesuatu dalam diriku

Karena kau juga cinta, aku masih punya harapan dalam hidupku

Ah, cinta kau selalu begitu

Selalu pergi saat aku membutuhkanmu

Kau memang begitu, selalu ada saat hatiku beku, tanpa cinta

Ah, rasa-rasanya aku takkan pernah sanggup tanpa kehadiranmu cinta

Tapi, aku sekarang hanyalah manusia biasa

Tak bisa aku meraihmu.

Ah, tapi cinta… aku tak bisa berusaha untuk meraihmu lagi

Cukup hatiku dalam beku.

Dengarkan Cinta, kau harus baca sajak ini,

Jangan terlalu jauh mencari keindahan
Keindahan ada di dalam diri
malah seluruh dunia ada di dalam diri
Jadikan dirimu cinta
Supaya dapat memandang dunia
Pusatkan pikiran heningkan cipta
Siang malam, berjagalah!
Segala yang ada di sekelilingmu
Adalah buah amal perbuatanmu

Ah, indah sekali sajak dari Sunan Bonang ini.